Sejarah Lokal

ULUBALANG MANUNGGAL TANJUNG

(ASAL MULANYA MARGA TANJUNG DI PATIHE)

Oleh : Wan Ades Iskandar Nastion

Sorkam adalah salah satu kecamatan tertua di Kabupaten Tapanuli Tengah yang berjarak sekitar 30 km dari Kota Sibolga. Wilayah ini dikenal sebagai pusat perdagangan bersejarah dan kini terbagi menjadi beberapa wilayah administratif seperti Sorkam, dan Sorkam Barat. Sorkam merupakan daerah yang  multikultural di Indonesia sejak abad ke-14. Banyak suku yang terdapat disana, namun Suku Melayu merupakan suku mayoritas yang ada di sana. Suku awal yang membentuk identitas sorkam itu sendiri adalah Suku Pesisir (melayu), kemudian  ada suku minangkabau, dan batak yang bermigrasi ke daerah sorkam, membentuk satu kesatuan yang tidak terlepaskan dengan suku melayu/pesisir.

Awal mula terbentuknya perkampungan patihe salah satu desa yang ada di Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah saat datangnya seorang panglima perang bernama Ulu Balang Manunggal Tanjung yang asalnya dari desa terpencil bernama Sorkam, Tapanuli Tengah. Pengembaraannya membawa dia sampai kesatu daerah yang bernama patihe. Saat pertama kedatangan Ulu Balang Manunggal kedaerah itu,  pertama yang dilakukannya adalah membangun perkampungan yang dia berinama Patihe Jae.

Kemudian setelah dia menikah dan mendapatkan keturunan dari hasil pernikahan tersebut, Beliau memerintahkan kepada anak-anaknya untuk membuka perkampungan baru seperti PatiheJulu, Bargot Topong, Padangri, Aek Gambir, Janji Manahan, Parsoburan dan Siandopuk.

Dari Patihe inilah menjadi tonggak sejarah asal mula tanjung yang ada di Labuhanbatu Selatan.

Menurut H. Rustan Tanjung salah seorang hatobangon di Patihe Julu mengatakan bahwa Ulu Balang Manunggal Tanjung adalah seorang panglima perang yang pertama menduduki kampong itu dan belum beragama islam atau masih beragama pelbegu. Hal ini dapat dilihat dari makamnya yang masih melintang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Masih menurut H. Rustam Tanjung bahwa Ulu Balang Manunggal adalah seorang yang ahli perang, sehingga beliau sering berpindah-pindah tempat tergantung kerajaan mana yang mengundang dia untuk berperang.Konon sebagai barter dari jasa beliau membantu suatu kerajaan dalam berperang adalah seroang gadis yang nantinya akan dijadikan isteri, ”Makanya ulu Balang Manunggal Tanjung memiliki keturunan yang banyak dan menyebar kesegala penjuru untuk membentuk perkampungan-perkampungan baru”Jelas H. RustamTanjung.

Untuk mengabadikan jasa beliau hatobangon mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk membangun sebuah tugu yang lokasinya di patihe, yang berdiri gagah diatas sebuah bukit.

Sumber : H. Rustam Tanjung

Sinarbatara

Share
Published by
Sinarbatara

Recent Posts

Edi Romansyah Tampung Aspirasi Warga Torgamba, Perjuangkan Penambahan Tiang PLN dan Beri Bantuan Mushalah

SINAR BATARA|LABUSEL – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra, Edi Romansyah, menggelar reses tahap I…

2 minggu ago

Sasar Batas Desa Definitif, Kemendes PDTT Jadwalkan Kunker ke Paluta Akhir September

SINAR BATARA | JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tengah…

3 minggu ago

Pesan Prof. OK. Saidin di Wisuda Unham 2026: Di Era AI, Integritas Adalah Kunci!

SINAR BATARA|MEDAN, 12 September 2026 – Universitas Amir Hamzah (Unaham) secara resmi melepas 169 Sarjana…

3 minggu ago

Anyang Ayam

Anyang ayam adalah hidangan tradisional khas Sumatra Utara—khususnya daerah pesisir seperti Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu…

4 minggu ago

Menelusuri Jejak Spiritual Syech Khalifah Ali Nasution: Cahaya dari Temu Tua

Oleh Ades Iskandar Nsution Di sudut Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, terdapat sebuah oase spiritual yang menyimpan…

4 minggu ago

Jaga Kelestarian Sejarah, Pemangku  dan Zuriat Kesultanan Negeri Billah dan Danyon TP 956/SULTAN BIDAR ALAM Gelar Ziarah Makam Leluhur.

SINAR BATARA|LABUHANBATU — Dalam upaya merawat benang merah sejarah dan mempererat tali silaturahmi antar elemen…

4 minggu ago