Warta Berita

Pesan Prof. OK. Saidin di Wisuda Unham 2026: Di Era AI, Integritas Adalah Kunci!

SINAR BATARA|MEDAN, 12 September 2026 – Universitas Amir Hamzah (Unaham) secara resmi melepas 169 Sarjana baru dari empat fakultas dalam upacara Wisuda Periode September Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Medan, hari ini.

Prosesi sakral yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan iringan lagu Gaudeamus Igitur ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Amir Hamzah, Prof. Dr. Tarmizi. Acara ini dihadiri oleh jajaran tinggi yayasan, termasuk Ketua Pembina Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah yang juga Sultan Negeri Serdang, Tuanku Drs. Tuanku Ahmad Thala’a Al Haj ibni Tuanku Abu Nawar Sinar Al Haj, Sekretaris Yayasan Datuk Seri Adil Freddy Haberham, SE, serta Ketua Badan Pengawas Yayasan, Tengku Osman Amal Ganda Wahid.

Tampak hadir di barisan depan prosesi Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Lela Erwani, SH, M.Hum, didampingi Ketua Umum Yayasan sekaligus Guru Besar Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum, beserta seluruh Dekan, Wakil Dekan, Anggota Senat, dan perwakilan alumni.

Kesetaraan Kualitas dan Penguatan Akhlak

Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI), Prof. Dr. Bahdin Nur Tanjung, SE, MM, dalam pidatonya mengapresiasi kiprah Unaham yang telah berusia 47 tahun dalam membangun dunia pendidikan. Ia menegaskan tidak ada perbedaan derajat antara lulusan perguruan tinggi swasta dan negeri. Kunci pembeda utama terletak pada ketajaman alumni dalam menyerap ilmu dan menerapkannya di dunia kerja.

Senada dengan hal tersebut, Ketua APTISI Wilayah I Sumatera Utara, Dr. Isa Indrawan, mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana adalah awal dari proses pembelajaran yang sesungguhnya. Ia menekankan pentingnya akhlak dan adab agar para lulusan mampu beradaptasi dalam ketatnya persaingan global di luar kampus.

Sorotan Era Disrupsi AI dan Karakter Bangsa

Ketua Umum Yayasan, Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum, menyampaikan orasi ilmiah mendalam mengenai tantangan berat di era disrupsi teknologi. Ia memaparkan bagaimana Artificial Intelligence (AI) dan platform digital telah mendisrupsi model bisnis konvensional dan cara manusia bekerja secara instan, seperti pembuatan karya ilmiah atau film melalui aplikasi pintar.

Namun, Prof. OK. Saidin menyoroti celah etika yang belum siap merespons lompatan teknologi ini secara sistematis. “Kehadiran AI berkembang lebih cepat dibanding kerangka etika yang mengaturnya. Fenomena deepfake, misinformasi otomatis, hingga manipulasi algoritmik di media sosial mengancam integritas moral dan pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia mengaitkan tantangan digital ini dengan pemikiran filosofis Ibnu Miskawaih dalam Tahdzib al-Akhlaq dan teori etika kebajikan Aristoteles (virtue ethics), yang menekankan bahwa moralitas dan akhlak mulia harus dibentuk secara konsisten melalui tindakan nyata, bukan sekadar teori yang dihafal.

Mandiri dan Ciptakan Terobosan Baru

Di tengah situasi global yang tidak menentu—seperti krisis lingkungan, penurunan daya beli, hingga krisis penegakan hukum dan institusi negara—lapangan kerja konvensional (ASN dan BUMN) kian terbatas untuk menampung pertumbuhan angkatan kerja.

Oleh karena itu, Prof. OK. Saidin mendorong para lulusan Unaham untuk menjadi motor penggerak mandiri yang kreatif.

“Dunia kerja penuh dengan tekanan dan godaan untuk mengambil jalan pintas. Namun, reputasi yang baik dibangun dari kejujuran dan konsistensi, bukan dari cara instan. Para sarjana baru harus melahirkan terobosan-terobosan baru yang kreatif, peka secara sosial, beradab, serta memegang teguh integritas moral demi menghadapi masa depan,” pungkasnya. (red).

Sinarbatara

Recent Posts

Edi Romansyah Tampung Aspirasi Warga Torgamba, Perjuangkan Penambahan Tiang PLN dan Beri Bantuan Mushalah

SINAR BATARA|LABUSEL – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra, Edi Romansyah, menggelar reses tahap I…

2 minggu ago

Sasar Batas Desa Definitif, Kemendes PDTT Jadwalkan Kunker ke Paluta Akhir September

SINAR BATARA | JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tengah…

3 minggu ago

Anyang Ayam

Anyang ayam adalah hidangan tradisional khas Sumatra Utara—khususnya daerah pesisir seperti Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu…

4 minggu ago

Menelusuri Jejak Spiritual Syech Khalifah Ali Nasution: Cahaya dari Temu Tua

Oleh Ades Iskandar Nsution Di sudut Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, terdapat sebuah oase spiritual yang menyimpan…

4 minggu ago

ULUBALANG MANUNGGAL TANJUNG

(ASAL MULANYA MARGA TANJUNG DI PATIHE) Oleh : Wan Ades Iskandar Nastion Sorkam adalah salah…

4 minggu ago

Jaga Kelestarian Sejarah, Pemangku  dan Zuriat Kesultanan Negeri Billah dan Danyon TP 956/SULTAN BIDAR ALAM Gelar Ziarah Makam Leluhur.

SINAR BATARA|LABUHANBATU — Dalam upaya merawat benang merah sejarah dan mempererat tali silaturahmi antar elemen…

4 minggu ago